AKU CINTA ISLAM
AKU CINTA ISLAM

Sebuah Kebenaran dan bagaimana cara kita menyikapi hidup yang sebenarnya.


You are not connected. Please login or register

LOGIKA ORANG ATHEIS

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

1 LOGIKA ORANG ATHEIS on Sun May 08, 2011 6:51 pm

Hipotesa


Administrator Website
Administrator Website
Logika adalah Kunci Utama untuk menemukan Kebenaran

Dapatkah sebuah kebudayaan dibangun diatas fondasi yang lemah ? Dapatkah kita mendirikan kemakmuran manusia di atas kebohongan?

Dari hari ke hari, penderitaan dunia kian bertambah. Sumber derita ini adalah perpecahan, ketidakpedulian dan ketiadaan toleransi. Kedamaian tidak akan pernah terwujud sebelum kita meninggalkan ajaran yang menganjurkan kebencian. Bagaimana kita dapat menganjurkan toleransi, apalagi persatuan, jika yang kita ikuti adalah ajaran yang menuntut untuk membenci orang lain ?

Islam tidak mengajarkan kasih, Islam mengajarkan perang. Islam mengajak pengikutnya untuk berperang melawan orang yang tidak memilih Islam, membunuh dan menundukkan mereka sampai Islam menjadi satu2nya agama di dunia. Islam bukanlah agama yang mengijinkan perbedaan pendapat, apalagi perbedaan kepercayaan. Islam menuntut kesamaan/uniformitas. Islam menuntut kontrol ketat atas pemikiran pengikutnya. Perbedaan apapun akan dihukum berat.

Semua bentuk kediktatoran berbahaya, tapi kediktatoran agama itulah yang paling berbahaya. Semua doktrin politik, baik paham kiri atau kanan, begitu terbukti salah, mudah ditinggalkan, tapi agama yang sesat akan bertahan terus, karena penganutnya percaya itu dari Tuhan dan karenanya : tidak mungkin salah.

“Langit dan bumi dapat berlalu, tapi firman Tuhan tidak”. Orang2 rasional bersedia menerima agama yang tidak rasional itu dan para filosof berusaha keras untuk membuatnya jadi masuk akal dan mensahkannya sbg santapan pemikiran kaum intelektual. Tapi kebohongan tetaplah kebohongan. Kenyataan bahwa kebohongan itu diterima orang banyak tidak merubahnya menjadi suatu kebenaran. Kalaupun seluruh dunia menolak kebenaran, dunia tetap tidak akan dapat menutupi sinarnya.

Ada agama yg yakin bahwa ular dan sapi adalah makhluk suci, ada juga yg percaya akan roh2 halus. Semua ini tampaknya tidak masuk akal.

Muslim menuduh Kristen percaya trinitas yang menurut Muslim sangat menggelikan. Tapi anehnya, Muslim tidak punya masalah mempercayai kisah2 konyol dlm Qur’an tentang jin, penciptaan Hawa dari rusuk Adam, kisah bahtera Nuh ataupun kisah pembelahan bulan. Tidak jelas mengapa semua kepercayaan lain yang tak masuk akal dianggap salah, tapi kepercayaannya sendiri yang juga tidak masuk akal dianggap betul !

Jika kita tidak menggunakan akal untuk membedakan mana agama yang betul, bagaimana kita bisa menentukan pilihan agama yang tepat?

Banyak sekali agama yang tak masuk akal tapi semuanya mengatakan bahwa agamanya-lah yg paling benar. Bahkan orang2 cerdaspun bersedia menerima irasionalitas agamanya. Mereka lebih berpihak pada agamanya saat terjadi bentrok antara iman dan logika. Mereka bersikeras bahwa agama itu satu2nya sumber Kebenaran. Inilah dasar pemikiran semua orang beragama.

Andaikata memang benar begitu, agama mana yang benar2 betul? Mengapa semuanya berbeda satu sama lain? Bagaimana seseorang dapat yakin kalau agamanya sendiri yang benar dan agama lain salah?

Mudah saja. Hanya melalui LOGIKA manusia bisa mencari jalan yang benar. Dan jika kita uji dengan logika, maka kita dapatkan banyak ajaran2 agama yang tidak masuk akal.

Logika juga bukanlah satu2nya jalan. INTUISI dan INSPIRASI dapat membantu kita belajar, kala logika tidak bisa lagi. Beberapa orang mengaku bahwa melalui gagasan yang muncul tiba2, tahu2 pintu pengetahuan terbuka di depan mereka dan mereka bisa mengintip kedlm dunia mistik yg mengajarkan mereka hal2 yang tadinya tidak pernah terpikirkan. Tapi ini sangat berbeda dengan pernyataan2 nabi2 yang mengaku menerima wahyu dari Tuhan dan menuntut agar orang percaya khayalan mereka yang irasional sebagai kebenaran mutlak dan tak dapat dibantah.

Banyak ilmuwan dan penemu2 terkenal mengaku mendapat jawaban dari pertanyaan2 mereka secara intuitif. Meskipun begitu, LOGIKAlah yang tetap menentukan apakah kita benar2 mendapatkan inspirasi atau hanya angan2 kosong belaka. Orang2 beragama menyingkirkan logika mereka jika logika berlawanan dengan apa yang mereka percayai sebagai firman Tuhan. Mereka berkata, “Mengapa tergantung pada logika manusia yang telah terbukti sering salah jika kita dapat percaya pada firman Tuhan yang tak pernah salah?”

Masalahnya adalah bagaimana kita tahu pesan2 yang kita percayai itu benar2 dari Tuhan dan bagaimana kita bisa pasti bahwa Tuhan yang kita percayai itu adalah Tuhan yang sebenarnya? Bagaimana kita menemukan jalan yang benar? Bagaimana kita bisa yakin bahwa keyakinan kita, dan bukan ratusan keyakinan lainnya, adalah satu2nya yang benar ? Yang mana yang kita pilih?

Untuk bisa memilih dengan tepat, kita tetap harus menggunakan logika.
Tapi karena kita sadar bahwa logika manusia seringkali tidak dapat diandalkan, bagaimana kita yakin bahwa kita tidak mengikuti jalan yang salah?

Manusia selalu ingin mencari kebenaran. Tidak ada seorangpun yang sengaja memilih untuk dikelabui. Tidaklah tepat untuk menduga bahwa orang2 secara naluriah tahu akan kebenaran tapi lebih memilih untuk berontak karena gengsi untuk menerima kebenaran itu. Meskipun sukar dipercaya, tapi begitulah pendapat orang2 Muslim terhadap orang lain yang tidak percaya Islam. Muslim yakin bahwa orang tidak mau memeluk Islam hanya karena gengsi. Pendapat yang konyol!

Saya benar2 tidak dapat mengerti mengapa Muslim bersikeras utk bersikap irasional, menghipnotis diri dan memelihara iman mereka yang tak masuk akal. Pada kenyataannya, manusia dimanapun telah memilih jalan yang salah dan akhirnya mereka berperang satu dengan yang lain. Mereka rela mengorbankan dirinya untuk kepercayaannya (kecuali Muslim yang memilih untuk mengorbankan nyawa orang lain dulu) karena mereka percaya telah menemukan Kebenaran.

Orang sering bertanya: “Jika mereka benar, mengapa semua orang tidak mengikuti agama yang sama?” Jawabnya adalah karena pengertian setiap manusia berbeda-beda. Setiap manusia menggunakan logika masing2. Karena logika manusia tidak sempurna, maka mereka sering memilih jalan yang salah, mengikuti nabi yang salah, menyembah tuhan yang salah. Jika orang lain dapat melakukan kesalahan ini, bukankah saya dan kamu bisa pula mengalami hal yang sama?

http://akucintaislam.indonesianforum.net

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik