AKU CINTA ISLAM
AKU CINTA ISLAM

Sebuah Kebenaran dan bagaimana cara kita menyikapi hidup yang sebenarnya.


You are not connected. Please login or register

Allah menurut Sikhisme, serta keselamatan menurut Sikhisme.

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

Hipotesa


Administrator Website
Administrator Website
Allah

Menurut kepercayaan Sikh, ada satu Allah yang absolut dan berdaulat di atas segala sesuatu. Pernyataan Nanak yang pertama setelah menerima panggilannya merupakan kalimat pembuka dari Granth Sahib:

Hanya ada satu Allah, yang namaNya adalah kebenaran, pencipta, tanpa ketakutan dan kebencian, kekal, tidak dilahirkan, maha-ada, agung dan berkelimpahan. Sang Kebenaran ada sejak permulaan (Ibid., hal. 35).

Nama umum yang diberikan kepada Allah Sikh adalah “sat nam” yang artinya “nama yang benar”, walau Allah dapat dipanggil dengan berbagai nama karena Dia ada dalam berbagai perwujudan. Granth Sahib mencatat:

Engkau, Oh Allah, adalah Satu. Namun banyaklah perwujudanMu (Ibid., hal. 310).

Meskipun Allah secara mendasar adalah sebuah kesatuan, menurut doktrin Sikh, Ia bukan sebuah pribadi, namun disamakan dengan kebenaran dan realitas. K. Singh mengamati sebagai berikut:

Dalam mempersamakan Allah dengan prinsip kebenaran dan realitas yang abstrak, Nanak menjauhi kesulitan yang ditemui oleh para guru agama yang menggambarkan Allah sebagai Bapa Pencipta … namun sistim Nanak memiliki masalahnya sendiri. Jika Allah adalah kebenaran, apakah kebenaran itu? Jawaban Nanak adalah di dalam keadaan dimana engkau tidak dapat mengambil keputusan, biarlah sang guru yang menjadi penuntunmu (K. Singh dalam Abingdon Dictionary of Living Religions, Keith Grim, editor umum, Nashville: Abingdon Press, 1981, hal. 691).
Keselamatan

Robert E. Hume menanggapi gagasan keselamatan Sikh:

Agama Sikh mengajarkan bahwa keselamatan dicapai karena mengenal Allah, atau di dalam mendapatkan Allah, atau menjadi terserap di dalam Allah. Metode umum keselamatan jelas harus konsisten dengan supremasi Allah yang tak dapat diduga, dan doktrin-doktrin yang menyertai tentang dunia yang tiada nilainya dan ketidakberdayaan manusia… Metode untuk memperoleh keselamatan dengan penggabungan diri pribadi yang pantheistik dengan jiwa dunia mistik identik dengan metode keselamatan yang diajarkan di dalam Upanishad Hindu (Robert E. Hume, The World’s Living Religions, New York: Charles Scribner’s Sons, edisi revisi, 1959, hal. 102-103).

Hume menyusun butir-butir perbedaan dan kesamaan antara Sikhisme dengan doktrin Hinduisme dan Islam:

http://akucintaislam.indonesianforum.net

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik